MATERI BAPB KELAS XII
MENYEMBAH ALLAH SEBAGAI UNGKAPAN RASA SYUKUR
SEGMEN
MEMBUKA RELUNG HATI
Kenapa aku harus beribadah?
Dulu Pertanyaan ini sempat lama ada di pikiranku, dan
mungkin pertanyaan ini juga sudah ada di benak kalian sejak lama, tanpa kalian
menemukan jawaban yang pasti, kenapa aku harus beribadah.
Jujur saja aku pernah mengeluhkan kehidupanku sendiri dan
dengan lantangnya mempertanyakan hal tersebut kepada Tuhan, Ya Allah Kenapa
Engkau tidak memberikanku kehidupan yang sempurna dan bahagia? Jika memang Engkau
yang mengendlikan segalanya dan memiliki kekuasaan untuk sanggup melakukan
apapun, lalu kenapa hidupku susah? Seperti itulah keluhanku kepada Tuhan.
Dan Pada akhirnya, dalam situasi sulit seperti itu, motivasi
untuk beribadah pun memudar, bukan hanya malas, bahkan sampai enggan untuk
melakukannya.
Sampai suatu Ketika aku harus mengahadapi ujian sekolah yang menentukan antara lulus dan tidak, dan jujur saja, pada saat itu aku merasa sangat tertekan bahkan depresi.
Karena aku seorang Muslim dan dibesarkan di keluarga dan dilingkungan yang agamis, maka akupun banyak menerima masukan dan nasehat untuk menyerahkan segala kesulitan hidupku kepada Allah dengan meningkatkan ibadah dan banyak berdoa.
Akhirnya aku pun mengikuti nasehat
tersebut, aku berdoa dengan tulus dan penuh harap serta melakukan banyak ibadah
dari mulai yang hukumnya wajib sampai sunat. tapi hasil ujiannya tidak lebih baik, akhirnya
aku mempertanyakan kembali kepada Tuhan, YA Allah, kenapa Engkau melakukan ini
padaku? Aku telah banyak berdoa dan beribadah pada-Mu, aku sudah lakukan
bagianku, kenapa Engkau tidak ? bukankah Engkau bisa rubah segalanya? Kenapa
hidup ku masih susah?
akhirnya aku pun putus asa terhadap Tuhan dan memutuskan
daripada habiskan waktu untuk berdoa dan beribadah, lebih baik aku habiskan
waktu untuk belajar saja, dan aku tidak butuh agama dalam hidup, dan tidak
butuh Tuhan, aku hanya perlu melakukan hal yang benar saja
Tiba pada suatu hari, aku menyakasikan seorang anak kecil
yang menangis dan dengan beraninya membentak ibunya sambil terus memaki kalo
ibunya sudah tidak sayang lagi padanya, hanya karena ibu tersebut enggan untuk
membelikan ice cream pada anaknya yang sedang sakit.
Aku berpikir bahwa keputusan ibu tersebut tidak lah salah,
bahkan sangat bijaksana, meskipun harus menerima makian dari anaknya, tetapi
ibu tersebut tidaklah marah bahkan dengan sabar dan sambil tersenyum berusaha
menenangkan anaknya dengan menjanjikan akan membelikan ice cream yang lebih
banyak ketika kesehatan anaknya sudah membaik.
Bahkan aku sangatlah kesal dengan perilaku si anak yang
tidak mengerti bahwa yang ibunya lakukan adalah untuk kebaikannya.
Kejadian itu pun menyadarkanku, bahwa selama ini aku tidak
jauh berbeda dengan si anak tersebut, aku terus mengeluh kepada Tuhan akan
kehidupanku, kenapa Allah tidak mewujudkan semua keinginanku,
Aku sadar bahwa pengetahuan Allah tentang diriku dan kebijaksanaan Allah lebih besar dari perilaku si ibu tadi.
Bukan Allah tidak mendengarkan keinginanku dan tidak mengabulkan semua keinginanku, melainkan Allah menentukan waktu yang tepat untuk mengabulkan semua keinginanku, karena Allah tahu kapan keinginanku itu bisa menjadi kebaikan untuku.
Dan seperti si ibu
tadi, aku yakin bahwa Allah melakukan semua ini bukan untuk kepentingan-Nya,
tetapi semata-mata untuk kebaikanku. Itulah salah satu bentuk kasih sayang-Nya.
Seandainya anak kecil itu tahu bahwa selama ini ibunya telah
melakukan banyak hal untuk kebaikan anaknya, maka dia tidak akan mengeluhkan
ice cream yang tidak didapatkannya, karena dia akan sibuk untuk bersyukur
kepada ibunya, dan sebagai bentuk terima kasih atas kebaikan ibunya selama ini,
anak itu pun akan dengan sukarela melakukan apapun yang diperintahkan ibunya.
Begitupun kehidupanku, jika saja aku tahu bahwa selama ini
Allah tidak pernah berhenti memberiku berbagai kenikmatan, dari mulai
menciptakanku, menyempurnakan tubuhku, detak jantung yang tak pernah berhenti
meskipun aku tertidur, mengurus alam semesta dengan mempergantikan siang dan
malam agar aku bisa bekerja dan beristirahat, mencukupi kebutuhan air untuku
dengan mengatur turunnya hujan dengan debit air tertentu dan berbagai nikmat
lainnya yang tak mungkin aku bisa menghitungnya lagi.
Aku pun menyadari bahwa ternyata lebih banyak hal yang perlu
aku syukuri dari pada hal yang aku keluhkan selama ini.
Jika saja ada seseorang yang datang ketika aku sedang
kesulitan dalam hal keuangan, lalu dia memberiku milyaran uang dengan begitu
saja, maka sangatlah bodoh ketika aku tidak mau berterima kasih pada nya, dan
sangatlah sombong jika aku menolak permintaannya atau tidak mematuhinya.
Sangatlah bodoh diriku ini, yang tidak mau berterima kasih
kepada Allah yang telah memberiku hal yang lebih berharga dari sekedar uang
milyaran rupiah, yaitu nikmatnya hidup, dan sangat sombongnya diriku yang telah
menolak semua permintaan-Nya, yaitu perintah untuk beribadah pada-Nya
Maka sejak saat itu aku putuskan, bahwa aku akan beribadah
mengabdi pada-Nya sebagai bentuk syukurku atas limpahan nikmat yang telah
diberikan-Nya padaku.
Dan satu hal yang pasti, bahwa ketika aku beribadah
kepada-Nya, tidak berarti Allah berhutang pahala kepadaku, justru akulah yang
telah berhutang banyak pada-Nya yang tak pernah bisa terbayarkan meskipun aku
beribadah selama ribuan tahun, hutang atas setiap nafasku, hutang atas setiap
detak jantungku, dan banyak lagi.
Dan ketika aku beribadah pada-Nya, maka aku telah memenuhi
tugas hidupku, karena untuk itulah aku diciptakan.
Dan jika aku serius dan tulus dalam ibadahku, maka
sesungguhnya aku hanya menjalankan tugas untuk waktu yang sebentar saja, yaitu
selama 30, 40, atau 60 tahun di hidupku, dan setelahnya aku hanya akan
mendapatkan kenikmatan yang tiada tara dan berlaku selama-lamanya.
RANGKUMAN MATERI MENYEMBAH ALLAH SEBAGAI UNGKAPAN RASA SYUKUR (PPT)
Komentar
Posting Komentar