BERIMAN KEPADA KITABULLAH
KELAS XI
PABP
Assalamualaikum
Halo para pelajar sekalian
Bagaimana kabar kalian? Masih suka tiba-tiba ngantuk pas lagi membaca atau menghafal Al-Quran
Nah semoga melalui materi ini kita semua menjadi lebih tertarik untuk terus membaca dan mengkaji Al-Quran lebih dalam lagi
Karena pada pembhasan kali ini, kita akan mengkaji bagaimana cara mengimani kitab-kitab Allah dan menemukan jawaban mengapa Allah menurunkan beberapa kitab suci? Mengapa Allah tidak menurunkan kitab suci Al-Quran saja?
Lalu apa bedanya Al-Quran dengan kitab-kitab sebelumnya?
Untuk menemukan jawaban dari dan demi memperkuat pemahaman kita tentang kitab-kitab Allah, maka simak pembahasannya sampai tuntas agar tidak gagal paham dan tetap dalam ajaran kalian.
Para pelajar sekalian, sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Allah SWT menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya, Selain itu juga berperan sebagai khlaifah di muka bumi untuk mengurus bumi ini dan menjaganya dari kerusakan.
Maka istilah kitab juga dikenal dengan Mushaf yang berarti lembaran-lembaran yang berisi wahyu atau firman Allah yang disatukan dalam sebuah buku atau kitab. Maka kita pun mengenal istilah Mushaf Al-Quran atau bisa juga disebut Kitab Al-Quran.
Ketika manusia menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan wahyu Allah baik ketika shuhuf atau terpisah, maupun sudah terkumpul dalam sebuah kitab, maka kehidupan manusia terbentuk dalam sebuah sistem keyakinan dan prinsip-prinsip hukum serta petunjuk yang disebut dengan agama.
Dalam sejarah kehidupan Manusia dari mulai manusia pertama yaitu Nabi Adam as, sampai sekarang, Allah telah menurunkan beberapa kitab kepada Nabi-Nabinya diantaranya adalah:
1. Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as
2.
Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud as
3.
Kitab injul yang diturunkan kepada Nabi Isa as
4. Kitab Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad as
semua kitab-kitab tersebut berasal dari wahyu Allah semata, maka secara umum semua kitab-kitab tersebut memiliki isi yang sama yaitu perintah beribadah hanya kepada Allah semata dan dilengkapi dengan ketentuan hukum dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan petunjuk bagaimana semstinya bersikap kepada sesama manusia maupun bagaimana cara memperlakukan alam semesta. Maka tentu saja agama yang diturunkan oleh Allah pun hanya satu yaitu agama Islam.
“Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah islam. QS. Ali Imran ayat 19
Terbukti bahwa Nabi-Nabi yang menerima kitab-kitab itu pun, baik Nabi Musa, Nabi Daud, dan Nabi Isa beragama Islam
Katakanlah, Kami percaya kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya(Muslim)”. Al-Baqarah ayat 136
Melalui ayat tersebut maka kita mengetahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengimani semua nabi beserta kitab yang diberikan kepadanya, dan ditegaskan di akhir ayatnya bahwa mereka (nabi-Nabi tersebut) tidak membeda-bedakan satu sama lain dan mereka menyatakan diri bahwa mereka semua adalah seorang Muslim .
Namun sangat disayangkan, karena nafsu dan keserakahan manusia, kemurnian agama Islam yang sudah turun sejak manusia sejak Nabi Adam dan diikuti oleh Nabi-Nabi selanjutnya, akhirnya diubah oleh segelintir yang tergoda oleh hasutan setan, dengan cara mengubah isi kitab suci sehingga muncullah penyesatan-penyesatan, sebagaimana QS. Al-BAqarah ayat 79
“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan sendiri kemudian berkata, “ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat”.
Dengan mengubahnya isi kitab yang sudah Allah turunkan sebagai petunjuk hidup, maka tentu saja berdampak pada kehidupan manusia yang menjadi kacau dan jauh dari perdamaian, maka lahirlah agama baru buatan manusia yang disebut Yahudi dan Nasrani,
Maka kita mengenal dengan istilah jaman Jahiliyyah, dimana penyembahan kepada Allah yang Esa berubah menjadi penyembahan kepada berbagai jenis patung yang disebut berhala, bahkan akhir-akhir ini banyak agama baru bermunculan, bahkan tidak sedikit yang menyembah matahari, pohon besar, bahkan sampai menyembah setan.
Selain itu perilaku manusia pun berubah menjadi makhluk yang biadab, dimana mereka berani mengubur anak perempuan hidup-hidup, khamar, perjudian dan perzinahan merajalela, peperangan yang banyak merenggut nyawa orang yang tidak berdosa, dan berbagai bentuk kekejian lainnya.
Akhirnya dengan Rahmat-Nya, Allah SWT mengutus Nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw untuk mengembalikan kemurnian ajaran Agama Islam dan menyempurnakan ajaran Islam agar kehidupan kembali damai,
Dengan diturunkannya Al-Quran dan disertai jaminan bahwa Allah akan menjaganya agar tidak ada yang mampu mengubahnya seperti yang sebutkan dalam QS. Al-Hijr ayat 9.
“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Quran dan pasti kami pula lah yang memeliharanya”.
Lalu bagaimana sikap kita sebagai seorang Muslim terhadap kitab-kitab sebelumnya seperti kitab Taurat, Zabur dan kitab Injil?
Pada Hakikatnya, sumber Kitabullah itu satu, yakni berasal dari Allah Swt., maka antara satu kitab dengan kitab lainnya, terdapat saling berkaitan dan bersinggungan. Setiap muslim wajib mengimani semua kitab Allah Swt. dan sikap seperti ini tentu menjadi kemuliaan Islam.
Namun pada pengamalannya, Hanya Al-Qur'an yang harus dijadikan pedoman dan petunjuk. Sebab, semua kitab suci tersebut, selain AlQu'an, sudah tidak utuh dan tidak orisinil lagi, karena sudah mengalami banyak perubahan, penambahan, dan pengurangan. Misalnya kitab Injil yang paling dekat masa pewahyuannya dari Al-Qur'an, yang sudah tidak dijumpai nahkah aslinya dalam bahasa Aramea. Saat ini yang ditemui hanyalah Perjanjian Baru yang terdiri atas 4 (empat) versi Injil, yang disebut-sebut sebagai karya-karya sahabat Yesus, yakni Injil Matius, Injil Yahya, Injil Lukas, dan Injil Markus. Di samping itu, masih ada lagi sekitar 23 kitab lainnya. Itulah sebabnya, jika kitab dalamjil sudah tidak ditemukan, padahal paling dekat pewahyuannya dengan Al-Qur'an, apalagi kitab Taurat dan Zabur, yang masa pewahyuannya lebih lama lagi.
Ssemoga bermanfaat Assalamualaikum..
Komentar
Posting Komentar